Februari 26, 2008
Menkes Ragukan Penelitian IPB Soal Susu Berbakteri
Posted by misterpopo under Uncategorized | Tag: Bakteri, Menkes oh Menkes, Menkes Oon, Susu |Begini nih kalo punya mentri kesehatan yang oon. Bukannya mengedepankan obyektifitas dan memajukan kesehatan malah ngomong seenaknya saja. Seharusnya dia bisa bersikap lebih arif dan bijaksana dengan menindaklanjuti hasil penelitian IPB terkait beberapa Susu untuk bayi dibawah 1 tahun yang tercemar bakteri enterobacter sakazakii. Padahal bisa jadi kasusnya sudah menyebar di masyarakat namun mereka tidak mengetahuinya.
Yang terjadi malah menkes mempertanyakan kenapa harus di bogor bukan di klaten, toh sekarang tidak ada wabah enterobacter! Sungguh pernyataan yang sangat naif. Apa ibu menkes tidak tahu kalo susu itu ada banyak mereknya? wong dari 22 merek yang tercemar ada 5, ya jelas gak bakalan mewabah. Kalo susunya cuma ada 2 merek trus yang tercemar salah satu, besar kemungkinan akan mewabah. Apa bu menkes tidak bisa berhitung? Ini malah bu menkes mempertanyakan kenapa penelitiannya di Bogor, siapa penyandang dananya dsb.
Ini beberapa komentar masyarakat di detik.com
Menteri goblok, ngomong sembarangan, emang harus mencret baru di test, lagian E. sakazakii tidak menimbulkan mencret2, tetapi meningitis, demam, tachycardia. Ganti aja tuh MenKes.
Begini nih komentar orang yang tidak mau disalahkan. Mau penelitian dilakukan dimana kek, ya ga masalah, selama metode dan alat penelitiannya benar. Trus apa haru nunggu ada kasus dulu baru rame-rame cari penyebabnya. Apa salahnya diteliti dari awal sebagai upaya pencegahan. Kalau cuma mau klarifikasi silahkan, tapi tidak perlu pake alasan “kenapa penelitiannya di bogor, bukan di klaten”. Aya-aya wae ^_^
Menkes gak punya otak kalo bicara mbok yang bener bicara itu harus yang arif, blom tentu yang di bogor itu salah. Dasar menkes ndeso tahunya cuma klaten Anakku tuh mencret2 setelah minum nutrilon coba cek dulu kebenarannya jangan asal ngomong ITU MERAGUKAN” tak sumpel pake sepatu entar mulutmu
Klo ibu menkes bijak, bukan di ragukan bu, tetapi ibu langsung ke IPB, check dong, jangan cuma ngomong doank. Coba klo bener ? apa ibu menkes mau tanggung jawab. Ngomong koq gak pake otak segh ! Udah gitu pake di tutupi lagi, takut gak dapet dana dari produsen susu bu ? Ibu-ibu udah resah dengan susu, ibu menkes masih sibuk nyasak rambut aja, SHAME ON U !
Februari 26, 2008 at 8:08 am
mungkin,klo bu mentri di kata goblok itu keterlaluan…
tapi mungkin ini suara hati kita yg kecewa oleh kepekaan pemerintah.
menurut saya,bukannya IPB adalah lembaga pendidikan maka penelitian2 semacam itu adalah hal yg lumrah.wajib malah!!!
pemerintah saja yg kurang peka.habis terlalu banyak masalah di Indonesia.
Langkah yg diambilpun cukup efektif dgn mempublikasikannya,jd masyarakat bisa tau.
klo memang pemerintah peduli hrsnya ikut memeriksa berita ini.bukan malah ditanggapi dgn menyalahkan IPB…
Februari 26, 2008 at 1:54 pm
Bu Mentrinya nggak goblok. Sekolahnya kan tinggi. Cuma dia nggak peka sama masalah-masalah yang sebetulnya sepele. Akhirnya kejadian deh.
Eh, nama blognya lucu. Kaya nama tokoh di Dragon Ball. Salam kenal.
Februari 26, 2008 at 2:33 pm
penggemar dragon ball ya,
Februari 26, 2008 at 3:56 pm
Misteri Nama-Nama Susu Dan Makanan Bayi Yang Tercemar Bakteri Enterobacter Sakazakii
Nama-nama susu dan makanan bayi yang tercemar bakteri enterobacter sakazakii itu hingga saat ini masih misteri. Sri Estuningsih, peneliti IPB yang menemukan 22 persen susu formula (dari 22 sampel) dan 40 persen makanan bayi (dari 15 sampel) tercemar ba…
Februari 26, 2008 at 4:14 pm
saya salut sama IPB yang terus melakukan penelitian-penelitian untuk kesehatan dan keberlansungan hidup masyarakat. Ini berarti mereka di pihak masyarakat, tapi sayang klo bu menteri malah memandang sebelah mata penelitian ini. Apa semuanya harus nunggu korban dulu baru bikin tindakan? saya rasa pencegahan justru lebih baik.
Februari 26, 2008 at 10:20 pm
Kenapa gak di sebutin aja seh nama-namanya , kami di rumah jadi binggung dibuatnya apa menstop atau melanjutkan pemberian susu tersebut.
Februari 27, 2008 at 1:11 am
Kalau ada polemik,cari dulu keterangan benar yang lengkap, baru komentar..Masing2 pihak yang berkompeten(penelitiIPB,Depkes/BPOM dan pihak terkait lain)musti ketemu,konfirmasi, terus bikin pengumuman yang nggenah ke masyarakat,jadi nantinya tidak saling lempar
masalah..
Februari 27, 2008 at 2:05 am
Temuan baru itu harusnya diikuti dengan penelitian yang lebih mendalam. Kalau memang meragukan ya harusnya bikin penelitian baru dengan institusi baru. Bukannya trus penelitiannya ga dianggap. Hasil penelitian itu kan bisa menjadi early warning bagi pemerintah agar lebih meningkatkan kesadaran keamanan untuk kesehatan masyarakat. Toh lebih baik mencegah daripada jatuh korban yang banyak baru mengambil langkah penelitian.
Februari 27, 2008 at 2:21 am
Wah barusan ada bu mentri dipuji setinggi langit soal perjuangannya melawan AS & WHO soal virus Flu burung, sekarang dikata-katai goblok….

Skenario Yang Maha Kuasa memang kadang2 “lucu”…
Bu menteri ini memang kadang-kadang aneh, nggak kelihatan inteleknya, tapi spt-nya beliau cukup pintar (berani nantangin WHO gitu…
BTW, mungkin yg paling cocok untuk melakukan konfirmasi dan investigasi lanjut itu Badan POM…..
Februari 27, 2008 at 2:50 am
ah ibu mentri kita emang antik…
jadi inget mbok minah dibajaj bajuri
Februari 27, 2008 at 3:39 am
bukan goblok atau oon, setiap orang jikalau kecolongan pasti berdalih, kita juga tidak bisa berkata demikian kalo dia oon gak mungkin bisa jadi mentri. kita lihat saja nanti hasil tim gabungan yang dibentuk oleh pemerintah, nah ini aritinya menkes udah bentindak kan.
makanya kita tidak perlu gegabah seperti yang saya maksudkan di
http://satyasembiring.wordpress.com/2008/02/26/harap-di-teliti-dulu-tetang-berita-susu-formula-bayi-mengandung-bakteri-intero-bacter-sakazaki/
Februari 27, 2008 at 4:29 am
Bikin panik orang aja lohhhhhh…masak anak gw harus maakan nasiiiiiiiiiiiiiiiii…..Mana ekspresinya manaaaaaaaaaa???
*obsesi seoarang ayah teladan*
Februari 27, 2008 at 4:45 am
hh…ini namanya ngebuattt masnyarakat resah dan tdk dibriiiiii…jln kluarrr..dasar pmerintah
Februari 27, 2008 at 5:33 am
Iya…karena gak bisa minum susu jadi harus makan nasiiii gituuu…ho ho ho peace
Februari 27, 2008 at 6:15 am
menkes TOLOL!!!!!!! ganti aja tuh IPB di salahin sekali lagi MENTRI KESEHATAN TOLOL..TOLOL..TOLOL
Februari 27, 2008 at 12:44 pm
Pantes yang di Dragon Ball, Mr. Popo orangnya item abis. Mirip nggak ya?^_^
Februari 27, 2008 at 12:45 pm
gilaaaaa, kesehatan generasi penerus bangsa ini dipermainkan, sungguh teganya 100x dirimu, teganya….
itulah cerminan pemerintahan Indonesia, di segala lini pemerintahan Indonesia tidak ada yg peka terhadap masyarakat, semuanya sibuk memperkaya diri..sniff sniff
Jayalah Negeri Ini!!!
Februari 27, 2008 at 12:45 pm
gw ni tau bener sapa penelitinya..setau gw penelitian itu jg udah ampe d teliti di jerman.prof si peneliti sampe terheran2 knapa tu bakteri bs di dalem susu.
kurang apalagi?mosok harus presentasi ma bu menkes dulu!
heran..bukannya merasa terbantu, eh kok malah kayak cacing kepanasan!sibuk mencari alasan.
THERLALU..(bang haji mode)
Februari 27, 2008 at 7:21 pm
Bu mentri emang oon. Asal aja. Nyeplos teu puguh ” yang neliti kan cuma dokter hewan…” so…kenapa emang bu ma dokter hewan. Ibu lupa yah klo susu kaleng itu kan dari hewan juga. Bukan dari ASI alias air susu ibu. Makanya jgn sibuk ngurus sanggul doang…jd lupa klo susu kaleng asalnya dari hewan juga….
Buat IPB keep Fight….antepkeun we tah bu menkes. Trus umumin aja ke media tu susu2 yang kena bakteri. Jangan takut and Jangan mau diremehin sama pernyataan bu Menkes ma BPOM…..
^_~ Mencari dan Memberi Yang Terbaik….
Februari 29, 2008 at 10:19 am
menkes telah melanggar salah satu pasal dalam etika kedokteran yang isinya adalah tidak boleh merendahkan teman sejawat dan profesi teman sejawat sebagai dokter…..
harus dipertanyakan alasan mengapa dia berkata seperti itu….
sebaiknya dia tidak lagi diangkat sebagai menkes karena tidak dapat mencontohkan sebagai yang baik …
apalagi dari segi profesi seorang dokter….
saya selaku calon dokter hewan merasa menkes telah mencoreng muka dari pada teman2 profesi dokter baik itu dokter umum, dokter hewan, ataupun dokter gigi….
alangkah baiknya seorang menkes apabila dia bereaksi positif terhadap adanya beritu baru seperti itu….
bagi asyarakat umum saya himbau untuk menonton program acara
KONTROVERSI di trans7 jam 12 malam
hari jumat 29 februari 2008
disana akan dibahas ttg susu berbakteri…
sebagai pembicara dari ketu PDHI jakarta….
selamat menonton….
kira kita dapat memegang teguh prinsip kita dengan bertanggung jawab….
salam persaudaraan…
kedokteran hewan ugm
Maret 2, 2008 at 12:10 am
Pesan moral buat bu Menteri. Makanya USA and WHO jgn dilawan. Mrk dgn mudah membalas dgn bekerja sama lewat komprador lokal. Bu Menkes di puji oleh LN krn keberaiannya, namun di DN byk yg gak ngerti krn gak beli buku beliau. Maafkan kami bu, kami mmg masyarakat yg gampang dibentuk opininya oleh sebuah peneliatian yg gak jelas.
Aneh juga tuh penelitian. Ngak ada korban tiba2 bikin penelitian bakteri di susu formula. Mana korban susu berbakteri itu?
Kalo bikin susu terkontaminasi sih gampang.
Maret 2, 2008 at 9:44 am
Emg penelitian kudu ada korban dulu yah.duh cuape deh…
Dasar indonesia…kudu bnyak korban baru brtindak…mknya ntn tv dong.wlw pun cuma 1 balita.tp kan udh da korban.
Dah untung ada yg neliti jg…orang penelitian itu dr 2003 ko…
Pokonya hidup IPB…
^mencari dan memberi yang terbaik^
Maret 3, 2008 at 5:26 am
kalu aku no comment, masalahnya aku orangnya menkes hehehehhehe…
stetmennya menkes itu adalah bentuk dari kepanikan dan kekhatirannya….tapi itulah negara kita, tidak ada koordinasi… dan kerja sama, ya semestinya hasil penelitian itu di tindaklanjuti oleh depkes….
Maret 3, 2008 at 6:08 am
kalo aku no comment juga ah…
anakku sekarang bergantung pada susu formula yang ada di pasaran. katanya itu cuma disusu lokal, sementara susu impor tidak ada bakteri tsb. jadi buat ibu-ibu beralih saja dulu ke susu impor, biar mahal tapi terjamin kualitasnya. buat bu menkes, sabar yaa.. coba duduk rapat dgn IPB biar jelas dan ada solusi. buat produsen susu, kalo mmg gak salah yaa.. cuek aja, tapi kalo salah, diperbaiki lah…
piss..
Maret 19, 2008 at 1:05 am
bagaimana nih, apa nunggu jatuh korban kesehatan mahal lho, apalagi ntar ditolak lagi sama rumah sakit gara askes gakin belum dibayarkan, pusinnnngggg
Mei 13, 2008 at 11:41 am
Memang intinya susu sapi tetap aja berbahaya.
Blom hormon pertumbuhan sapi, blom sapi di paksa jadi kanibal, blom infeksi pada puting sapi, blom kandungan antibiotik dan sulfur pada sapi
susu the most political food in the world