Uncategorized


Lupakan hingar bingar perpolitikan kita yang tidak jelas juntrungannya, dan berhentilah berharap pemerintah akan membantu perekonomian rakyatnya selagi masih banyak kasus korupsi yang merajalela. Kita masih bisa tetap bangkit di masa ekonomi sulit seperti sekarang ini. Masih banyak peluang usaha yang bisa dikerjakan agar kita tidak berpangku tangan mengharap bantuan dari orang lain.

Salah satunya adalah usaha barang rongsokan atau barang bekas. Tulisan ini terinspirasi dari hasil wawancara saya dengan pelaku usaha barang rongsokan dan barang bekas. Sebut saja pak Sani, kesehariannya dia berdagang bakso pikulan. Pagi hari ke pasar beli daging, trus digiling di tempat penggilingan daging langganannya, untuk kemudian dijual pada siang harinya. Dan tidak sampe sore hari dagangannya biasanya sudah habis.

Pak Sani juga nyambi sebagai tukang pijit, istrinya juga bekerja serabutan terkadang juga jadi tukang pijit khusus wanita. Suatu hari saat memijit saya dia bercerita tentang sepak terjangnya dibisnis barang rongsokan yang menurutnya sangat menguntungkan (meski dia tidak menyebut nominalnya).

Barang2 yang menurut dia sangat tinggi harga jualnya salah satunya adalah besi rongsokan, namun barang tersebut susah didapat. Kemudian disusul plastik dan kertas/koran bekas. Berbeda dengan besi rongsokan, kertas/koran bekas lebih gampang didapatkan mengingat pak sani tinggal dekat dengan lingkungan kampus dan perkantoran serta daerah yang padat penduduk. Sembari menjajakan dagangannya biasanya pak Sani juga menawarkan jasa pembelian barang bekas/rongsokan yang dimiliki warga. Meskipun penghasilannya dari bisnis barang bekas/rongsokan ini lebih besar ketimbang berjualan bakso, pak Sani tetap berjualan bakso seperti biasanya.

Lain lagi dengan tetangga bulik saya di daerah gamping sana, seorang mahasiswa asal cirebon justru menjadikan bisnis besi rongsokan ini sebagai mata pencahariannya, bahkan dia telah memiliki 10 pegawai yang dia pekerjakan untuk membantunya. :D

Asas praduga tak bersalah nampaknya hanya sebuah slogan belaka. Juli Nicodemus seorang anak berumurĀ  12 tahun yang terjebak dalam situasi chaos saat membantu bapaknya meliput demonstrasi di depan gedung DPR kemaren (24 Juni 200 8) ditangkap polisi dan dipukuli oleh sejumlah onkum polisi. Padahal sebelumnya dia berusaha menjelaskan keberadaannya di tempat tersebut namun tidak digubris.

Kekerasan terhadap anak dibawah umur akan menyebabkan trauma psikologis, yang jelas akan sangat mengganggu perkembangan psikis sang anak. Oknum2 seperti itu sudah seharusnya ditindak tegas. Bila perlu dikeluarkan dan dipidanakan. Hal tersebut harus dilakukan jika ingin menaikkan citra polisi di mata masyarakat, dan menjadikan polisi sebagai pengayom dan pelindung masyarakat.

Seleksi ketat dalam penerimaan anggota polisi juga perlu dilakukan, segala jenis kolusi dan nepotisme dalam penerimaan anggota polisi harus diberantas. Karena pada kenyataanya sampai saat ini masih terjadi praktek tersebut diatas.

Kepada para oknum tersebut saya hanya bisa mengatakan “laknatullahu alaik”. Semoga kedepannya kepolisian kita akan menjadi lebih baik.

Hingar bingar Pilgub Jateng yang dilaksanakan kemarin (22 Juni 200 8) mungkin masih terasa bagi warga masyarakat Jawa Tengah. Namun untuk warga Kabupaten Temanggung menjadi sesuatu yang unik karena pemilihan gubernur Jawa Tengah itu bebarengan pelaksanaannya dengan pemilihan bupati Temanggung periode 2008-2013.

Cukup menarik hingga mengundang perhatian khusus dari Gubernur Jawa Tengah Ali Mufiz, Pangdam IV Diponegoro Mayjen Darpito dan Ketua KPUD Jateng Fitriyah untuk meninjau langsung pelaksanaan pemungutan suara di sejumlah TPS di Temanggung.

Hasil pemilihan sementara kepala daerah Kabupaten Temanggung periode 2008-2013 pasangan Hasyim Afandi-Budiarto masih unggul dengan perolehan suara 135.342. Diikuti oleh pasangan Bambang-Fuad yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Kebangkitan Bangsa dengan perolehan suara 130.780. Urutan ketiga pasangan Mokhamad Irfan-Setyo Adji dengan perolehan suara 120.405.

Yang menarik dari pak Hasyim Afandi adalah beliau juga seorang mubaligh yang sering mengisi pengajian2 di kawasan temanggung, terutama daerah parakan kauman. Pada saat mengisi kuliah subuh setiap hari ahad di kampung kauman parakan, beliau ditanya oleh seorang hadirin apakah beliau masih bersedia memberikan tausiyah2 meskipun nantinya menjadi Bupati Temanggung, beliau menjawab insya allah.

Meski saya sudah bukan lagi warga temanggung, saya tetep dukung pak hasyim :D

Sampah telah menjadi masalah yang cukup pelik bagi masyarakat kita, terutama di kota2 besar seperti Jakarta. Sampah juga menjadi sumber berbagai macam masalah yang menimpa kota2 besar tersebut, misalnya masalah banjir, dan gangguan kesehatan. Sudah saatnya kita “melek sampah” dengan mencontoh “saudara tua” kita Belanda dan Jepang dalam hal pengelolaan sampah.

Di Belanda, masyarakatnya telah “melek sampah”, mereka memisahkan sampah menjadi: sampah organik, sampah yang bisa didaur ulang, sampah yang tidak berbahaya bila dibakar, dan sampah yang berbahaya/beracun. Pemerintah Belanda menyediakan tempat2 sampah sesuai jenisnya, sehingga memudahkan dinas pengelolaan sampah untuk mengolahnya. Sampah organik seperti sisa makanan ataupun daun2an kemudian diproses menjadi pupuk kompos. Sampah2 seperti kertas, kaca, dan logam bisa didaur ulang kembali. Sedangkan sampah2 yang tidak berbahaya dibakar untuk kemudian bisa membangkitkan pembangkit listrik tenaga uap (ini bisa jadi solusi buat PLN yang katanya lagi krisis energi). Sedangkan sampah2 berbahaya seperti batu baterai dan aki di karantina karena berbahaya bagi lingkungan (sanitary landfill)

Begitu pula dengan negara Jepang, sebagian sampah itu mereka olah dan sebagian lagi dimusnahkan. Yang unik di negara Jepang, mereka membedakan pembuangan jenis sampah tertentu berdasarkan hari. Misalnya hari Senin untuk sampah elektronik, hari Selasa untuk sampah kertas dsb. Bagi mereka yang tidak mengikuti aturan ini sampahnya tidak diangkut oleh petugas sampah dan akan dikucilkan oleh warga sekitar. Perlakuan ini cukup efektif untuk mendisiplinkan warga masyarakat agar “melek sampah”.

Di negara kita mungkin akan lebih efektif jika pengawasan persampahan ini dilakukan mulai dari level yang paling bawah tingkat RT/RW misalnya, karena di beberapa daerah pengelolaan sampahnya belum terorganisir dengan baik, seperti warga di bantaran kali yang cenderung membuang sampah langsung ke kali.

Beberapa minggu yang lalu terpaksa bedrest selama 5 hari, selain karena disinyalir terkena wabah chikungunya, setelah dilakukan test laboratorium didapati bahwasanya ada gangguan fungsi hati. Angka SGOT dan SGPT nya diatas batas yang diperbolehkan. Dokter menengarai selain beban kerja di pabrik yang sering bikin lembur, tingginya kadar kolesterol juga menjadi penyebabnya. Total nilai kolesterolku diatas 200 (LDL + HDL).

Tidak perlu jauh2 mencari penyebab tingginya kadar kolesterol, kebiasaan makan gorengan menjadi tersangkanya. Makan gorengan boleh2 saja, asal tidak berlebihan dan minyak gorengnya-pun harus yang sehat. Diet gorengan adalah salah satu cara untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Kalau kita tidak melakukan test laboratorium bagaimana kita bisa mengetahui kalo kadar kolesterol dalam darah kita tinggi ? Berikut ada cara ampuh & efektif dengan menghitung indeks massa tubuh (IMT) kita. Prinsipnya gampang jika IMT < 25 maka berat badan kita masih dianggap normal, jika 25 < IMT < 29 maka sudah termasuk overweight dan jika IMT > 29 maka sudah termasuk obesitas.

IMT adalah berat badan (dalam kg) dibagi dengan kuadrat tinggi badan (dalam meter). Contoh, saya dengan berat badan 72 kg dan berat 1,67 m. Berarti nilai IMT saya adalah 25.81 berarti termasuk overweight. Olahraga juga sangat dianjurkan untuk menurunkan kadar kolesterol. Lakukan olah raga selama kurang lebih 20-30 menit setiap hari, tidak perlu ngoyo, yang pentingĀ  anda merasa segar setelah melakukannya.

Next Page »