Agustus 2007


Berikut ini cuplikan email yang saya dapatkan dari milis Pantau. Email ini ditayangkan juga di liputan6
—————————————————-
Nama saya Budiman Bachtiar Harsa, 37 tahun, WNI asal Banten, karyawan di BUMN berkantor di Jakarta.
Kasus pemukulan wasit Donald Peter di Malaysia, BUKAN kejadian pertama. Behubung sdr Donald adalah seorang “Tamu Negara” hingga kasusnya terexpose besar-besaran.
Padahal kasus serupa sering menimpa WNI di Malaysia.
BUKAN HANYA TKI Atau Pendatang Haram, tapi juga WISATAWAN.
Tahun 2006, bulan Juni, saya dan keluarga (istri, 2 anak, adik ipar), pertama kalinya kami “melancong”
ke
Kuala Lumpur Malaysia. (Kami sudah pernah berwisata ke
negara2 lain, sudah biasa dengan berbagai aturan imigrasi).
Hari pertama dan kedua tour bersama Travel agent ke Genting Highland, berjalan lancar, kaluarga bahagia anak-anak gembira.
Hari ketiga city tour di KL, juga berjalan normal.
Malam harinya, kami mengunjungi KLCC yang ternyata sangat dekat dari Hotel Nikko, tempat kami menginap.
Usai makan malam, berbelanja sedikit, adik ipar dan anak-anak saya pulang ke hotel karena kelelahan, menumpang shuttle service yang disediakan Nikko Hotel. (lebih…)

Setelah insiden pemukulan terhadap wasit karate indonesia oleh empat polisi Malaysia, serta pengunduran diri tim karate indonesia dari keikutsertaannya di Kejuaraan Karate Asia, tidak ada pemberitaan mengenai hal tersebut maupun tindak lanjutnya. Hal senada disampaikan juga oleh beberapa mahasiswa indonesia di Kuala Lumpur, mereka mengatakan bahwasanya pemerintah Malaysia mengatur dengan ketat pemberitaan-pemberitaan oleh media dalam negeri mereka.

Tidak adanya permintaan maaf dari pihak kepolisian diraja Malaysia maupun pemerintah Malaysia telah membuat banyak pihak menjadi geram. Pernyataan pihak polisi diraja Malaysia yang menyatakan bahwasanya Donald Luther Colopita jatuh ke trotoar sehingga terluka dinilai sangat tidak masuk akal oleh Ketua Umum PB Forki Luhut Pandjaitan. Sebagaimana telah diberitakan bahwasanya Donald mengalami luka-luka di hampir sekujur tubuhnya.

“Atas kejadian ini, Indonesia tidak saja menarik diri dari Kejuaraan Karate yang diikuti 32 negara ini, tetapi juga akan membawa permasalahan ini ke Federasi Karatedo Dunia (WKF) ” papar Luhut.

Terkait :
Protes Pemukulan Wasit, Tim Karate Indonesia Mundur
DPR Kecam Insiden Pemukulan Wasit
Janji Adili Pemukul Wasit RI, Malaysia Tidak Minta Maaf
Anti-Malaysia Protest After Referee Assault

Semalam, sepulang kerja leyeh-leyeh depan TV, trus tak sengaja liat TVRI Jogja ada Mas Roy™. Pada segmen “Kontroversi Lagu Indonesia Raya” di acara Editorial.
Satu hal yang menggelitik saya adalah prosentase 68% yang di sampaikan teman-teman blogger tentang pandangan masyarakat mengenai Mas Roy benar adanya. Penonton TVRI Jogja yang waktu itu menelpon ke studio rata-rata menyanjung dan bahkan meminta beliau untuk melanjutkan perjuangannya. Sampai ada yang bilang yang kira2 isinya sbb:
“Mas Roy, minta tolong mengenai masalah bendera juga di teliti, tentang bagaimana cara pengibaran yang benar dsb”
Beliau cuma bisa tersenyum-senyum sambil mengucapkan terima kasih, dan dengan gaya merendahnya dia menjawab
“Maturnuwun Bapak, baik pak, tapi itu juga nantinya menjadi tugas kita bersama” (lebih…)

Grek….grek….grek, lemari di ruang tamu berderak-derak.
“Ono opo iki” pikirku
“Gempa…gempa , Pakne!” teriak istriku
Aku langsung bangun trus membuka pintu depan, kemudian kembali ke kamar untuk mengambil kacamata sama hape.
Istriku langsung menyambar si kecil terus berlari ke luar rumah, sampe-sampe lupa bawa selimut dan topi buat si kecil.
Aku kembali ke kamar untuk mengambil apa-apa yang sekiranya diperlukan, lalu menyusul istriku ke luar rumah.

Di luar tetangga-tetangga sudah berkumpul, rata-rata mereka sudah tidur pada saat gempa terjadi.
“O iki mesti gempa seko kidul (gempa dari laut selatan)” kata Jumali tetanggaku.
Setelah berangsur-angsur tenang,akhirnya semua kembali masuk ke dalam rumah. Hanya ada sebagian pemuda-pemuda saja yang masih berjaga di luar rumah.

“Duh gusti, pertanda apa lagi ini….”
gempa_indramayu.JPG
[data diambil dari sini]

Terkait :
Gempa 7 SR Berpusat di Indramayu
USGS Catat Gempa 7,5 SR Terasa Sampai Malaysia

Semalam istriku wadul sama aku,

Pakne, tadi si Mak (ibunya istriku) dimintai tolong sama Pak RT, buat nemenin dia njelasin masalah kehamilan si R”
“Lha trus ceritane piye, Bune?” tanyaku
“Semalam agak rame, soale suaranya sampe kedengaran dari luar Pak, katanya Pacare si R masih ragu-ragu kalo jabang bayi yang dikandung si R itu anaknya, lha wong kata Pacare, si R itu lengket sama banyak orang, nggak cuma dia aja”

Weladalah, koq malah jadi kayak gini. Bukannya sekarang jaman sudah modern.
Meminjam kata Om RoyHi Roy!™ – Tubuh kita ini juga punya apa yang namanya Metadata yang di sebut DNA.
Entah bagaimana caranya, katanya tiap-tiap individu itu punya DNA yang unik, yang katanya akan terbawa pada anak keturunan mereka.

“Oalah, Pakne…Pakne , sampeyan iki aneh-aneh wae, ndadak nganggo Metadata karo DNA, lha mbok ditunggu sampe jabang bayine lair kan beres. Tinggal entar mirip gak sama Bapaknya.” kata bojoku

Pakne, si R tetangga sebelah hamil.” kata istriku
“Walah, sama siapa je Bune, perasaan si R kan blom kawin.” jawabku
“Lha sama siapa lagi kalo bukan sama pacarnya!” tandasnya

Jadi inget iklan layanan masyarakat di TV, “30% siswa SMP/SMA telah aktif melakukan hubungan seks”. Hopotumon…..
Mungkin skrg sudah saatnya pemerintah dalam hal ini departemen pendidikan memperhatikan perlunya pendidikan seks di kalangan pelajar, bukan berarti pelajar harus di ajari teori kamasutra atau pengetahuan posisi-posisi seks, tapi lebih ke arah konsekuensi yang di timbulkan dari seks itu sendiri. Di sini peran orang tua juga sangat besar tentunya, karena sebagian waktu dari siswa-siswi tersebut dihabiskan di rumah. (lebih…)

Selamat Datang …
Carpe Diem …. Seize The Day