Pakne, si R tetangga sebelah hamil.” kata istriku
“Walah, sama siapa je Bune, perasaan si R kan blom kawin.” jawabku
“Lha sama siapa lagi kalo bukan sama pacarnya!” tandasnya

Jadi inget iklan layanan masyarakat di TV, “30% siswa SMP/SMA telah aktif melakukan hubungan seks”. Hopotumon…..
Mungkin skrg sudah saatnya pemerintah dalam hal ini departemen pendidikan memperhatikan perlunya pendidikan seks di kalangan pelajar, bukan berarti pelajar harus di ajari teori kamasutra atau pengetahuan posisi-posisi seks, tapi lebih ke arah konsekuensi yang di timbulkan dari seks itu sendiri. Di sini peran orang tua juga sangat besar tentunya, karena sebagian waktu dari siswa-siswi tersebut dihabiskan di rumah.

“Lha tanggapan keluarganya gimana je, Bune?” tanyaku
“Walah, lha gimana mau nanggapi lha wong keluarganya aja belum tahu, lha ini malah orang sekampung sudah tahu.” Jawab istriku

Kontrol sosial, kayaknya hal ini juga diperlukan. Masyarakat sudah mengalami pergeseran nilai sosial. Hal-hal yang dulu dianggap tabu, sekarang sudah dianggap biasa. Berciuman, berpelukan didepan umum sudah menjadi pemandangan sehari-hari kehidupan kita, hal ini diperparah lagi dengan pengaruh media. Pernah dengar yang namanya “Sinetron”?. Anda yang setiap hari melihat sinetron lebih tahu dari Saya.

“Lha terus intinya kita harus gimana Pakne?” tanya istriku
“Ya intinya itu tadi, dan juga kita harus selalu eling lan waspada.” jawabku

Meminjam kata-kata AA.Gym “Mulai dari diri sendiri, mulai saat ini”