Semalam, sepulang kerja leyeh-leyeh depan TV, trus tak sengaja liat TVRI Jogja ada Mas Roy™. Pada segmen “Kontroversi Lagu Indonesia Raya” di acara Editorial.
Satu hal yang menggelitik saya adalah prosentase 68% yang di sampaikan teman-teman blogger tentang pandangan masyarakat mengenai Mas Roy benar adanya. Penonton TVRI Jogja yang waktu itu menelpon ke studio rata-rata menyanjung dan bahkan meminta beliau untuk melanjutkan perjuangannya. Sampai ada yang bilang yang kira2 isinya sbb:
“Mas Roy, minta tolong mengenai masalah bendera juga di teliti, tentang bagaimana cara pengibaran yang benar dsb”
Beliau cuma bisa tersenyum-senyum sambil mengucapkan terima kasih, dan dengan gaya merendahnya dia menjawab
“Maturnuwun Bapak, baik pak, tapi itu juga nantinya menjadi tugas kita bersama”

Satu hal lagi yang membuat saya agak kurang simpatik dengan beliau waktu itu adalah adanya pernyataan
“Saat ini saya merasa ditusuk dari belakang oleh teman-teman LSM (air putih), mereka bilang saya cuma mengkopi lah, mereka bilang saya tidak bekerja sama dengan mereka lah dsb. Ibaratnya dalam satu rumah itu ada banyak yang bekerja, ada yang jadi tukang ngepel-ngepel dsb. Yang intinya mereka itu minta bagian semua.”
Kali ini yang membuat saya agak jengkel adalah ketika dulu dia menyebut teman-teman air putih dengan sebutan tukang kebun, kini ia menyebutnya dengan tukang pel !!!! Astaghfirullah.

Buat Mas Roysaya minta maaf apabila tulisan ini menyudutkan anda. Saya hanya menyampaikan pendapat daripada yang mana menjadi pendapat saya mengenai panjenengan.