Padusan, bagi orang Jawa mungkin istilah itu tidak asing lagi. Adalah suatu ritual mandi dalam rangka menyambut bulan puasa, yang biasanya dilakukan di pemandian umum seperti kolam, telaga, sendang, mata air dsb. Dipercaya, dengan ritual tersebut akan membersihkan jiwa dan raga seseorang sebelum memasuki bulan puasa.
Masing-masing daerah memiliki keunikannya sendiri dalam pelaksanaan ritual tersebut. Seperti halnya di daerah Ngadirejo, Kabupaten Temanggung. Di sana terdapat mata air Jumprit, terletak pada ketinggian ±800 m dari permukaan laut. Udara di tempat ini sangat sejuk dan airnya menyegarkan. Mata air ini ramai dikunjungi wisatawan/ penduduk lokal pada tanggal 1 Sura, Waisak, dan menjelang bulan puasa. Yang unik dari tempat ini adalah tradisi yang mengharuskan pelaku kungkum untuk membuang daleman baik itu kolor, celana dalam maupun BH setelah mandi di tempat tersebut.

Hasilnya, pada tanggal-tanggal tersebut bisa dipastikan petugas kebersihan akan panen daleman, bahkan katanya banyak yang masih baru. Padahal menurut penunggu wana wisata jumprit, tradisi itu bukanlah suatu keharusan.
Mungkin sampeyan membayangkan bahwa yang mandi atau kungkum di sana hanyalah orang-orang tua, namun kenyataannya lebih banyak kaum mudanya. Tapi jangan harap anda bisa melihat kaum wanitanya berbugil ria untuk mandi di sana, mereka biasanya nyemplung ke mata air dengan pakaian yang dikenakannya.

Hayo, siapa mau padusan di Jumprit? hehe