Hampir semua orang, terutama di kota-kota besar memilikinya, mulai dari anak kecil hingga dewasa.
Mulai dari yang model biasa saja sampai ke model yang Hi-Tech. Handphone yang di bawa oleh para pelajar sedikit banyak telah mempengaruhi kualitas kegiatan belajar mengajar di sekolah ( SD, SMP, SMU ). Handphone juga disinyalir sebagai media penyebaran paling efektif klip-klip porno di kalangan pelajar.
Tingkat kecanggihan HP pun menjadi simbol sosial di kalangan pelajar, semakin keren HP yang mereka bawa, semakin dianggap gaul lah mereka.
Lantas bagaimana barang sekecil itu bisa mengganggu kualitas belajar mengajar ??
Mari kita ambil ilustrasi seperti ini :
Hampir di semua sekolah melarang penggunaan Handphone saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, tapi siswa tak kalah cerdiknya dengan mengaktifkan mode silent di hp-nya. Saat pelajaran berlangsung tiba-tiba bergetarlah hp di kantung celananya,
“Wah ada SMS nih, dari siapa ya?”
Pada saat itu konsentrasi si siswa menurun hingga 90%.
Sesaat kemudian dia merogoh saku celananya meraih hp, dan memasukkannya ke laci meja.
Sampai di sini konsentrasi siswa telah turun hingga 80%.
Kemudian dia membaca SMS yang masuk dengan diam-diam.
“Sayang, pulang sekolah kita ke Mall yuk”
Akhirnya konsentrasi si siswa pun anjlok menjadi 10%😀
Angannya mulai terbang, membayangkan sepulang sekolah nanti.

*Jeritan hati pegawai biasa yang HP-nya cuma bisa buat nelpon sama sms doang