Terkait dengan status Nurdin yang pernah terjerat hukum (kriminal), setahu saya, FIFA telah mengirimkan surat kepada PSSI pada bulan Juni lalu, agar PSSI melakukan pemilihan kembali ketua umumnya. Menurut saya hal tersebut sudah sangat lazim karena jika sebuah asosiasi sepak bola sudah menjadi bagian dari FIFA, maka mau tidak mau harus mengikuti ketentuan-ketentuan yang ada di dalamnya.

Dalam statuta FIFA, pada pasal 32 ayat 4 standart statutes, disebutkan bahwasanya pengurus organisasi sepakbola haruslah orang yang aktif di sepakbola dan tidak tersangkut masalah kriminal.

Namun PSSI malah bertekad mempertahankan Nurdin Halid, sebagaimana ditegaskan oleh Sekjen PSSI, Nugraha Besoes. Mereka berdalih kasus Nurdin Halid belum terjadi saat Nurdi dipilih (di munas Makasar). Menurut Nugraha, Nurdin hanya bisa di copot melalui mekanisme munaslub, namun demikian Exco (Komite Eksekutif) PSSI tidak akan mengusulkan mekanisme munaslub tersebut (status quo). Pernyataan macam apa pula itu?

Dalam kesempatan lain Sepp Blatter (Presiden FIFA) dalam sebuah acara di FoxSport menyatakan dengan jelas dan tegas agar PSSI tidak menentang keputusan FIFA untuk mencopot Nurdin Halid dari jabatannya. Harusnya pernyataan tersebut menyadarkan PSSI, yang selalu beralasan menunggu surat resmi dari FIFA perihal pencopotan Nurdin Halid.

Mau dibawa kemana dunia persepakbolaan Indonesia, kalau pengurusnya aja kayak gitu?

Terkait:
PSSI Tantang Anggotanya Jika Ingin Munaslub
Bola ada di tangan PSSI