Biasanya penggusuran PKL diwarnai dengan keributan antara pedagang melawan petugas Satpol PP, namun hal itu tidak (belum) terjadi di jogja. Seperti telah direncanakan sebelumnya, bahwa pada tanggal 11 November 2007 pukul 00.00 WIB, semua pedagang Klithikan diharuskan pindah dari jalan Mangkubumi ke Pasar Pakuncen. Relokasi ini menimbulkan pro fan kontra baik di kalangan pedagang maupun masyarakat Yogyakarta. Paguyuban Pedagang Klithikan Mangkubumi (Pethikbumi) membatalkan niatnya untuk nekat berjualan di jalan Mangkubumi. Di beberapa titik di jalan Mangkubumi terlihat beberapa petugas Satpol PP. Pengawasan oleh Satpol PP ini dilakukan 24 jam.

Yang menarik dari relokasi ini adalah win-win solution yang ditawarkan oleh Pemkot Yogya.

  1. Pedagang mendapatkan tempat secara gratis, meskipun nantinya akan ditarik iuran tiap harinya.
  2. Adanya bantuan masa transisi 40rb/hari selama 7 hari , dan 20rb/hari selama 3 bulan pada masa adaptasi. Dengan syarat menunjukkan KTP dan Kartu Bukti Pedagang Pasar (KPB).

Untuk menarik pengunjung, setiap pembelian barang di pasar Klithikan senilai 15 ribu atau lebih akan mendapatkan 1 kupon undian dari pedagang bersangkutan. Periode pengundian dilakukan setiap 2 minggu sekali, dengan beberapa hadiah menarik seperti Televisi, Tape dan sebagainya. Sedang pada akhir Desember, kupon akan diundi kembali untuk memenangkan sebuah sepeda motor sumbangan walikota Yogyakarta. Berbagai panggung acara-pun (dangdut, campursari) akan diselenggarakan secara periodik untuk memeriahkan pasar Pakuncen.

Semoga relokasi ini berjalan dengan lancar🙂