Hari ini ndak seperti biasanya, ada tamu istimewa yang mampir ke lapakku. Seorang mantan pramugari yang cakep banget, temen sma-ku dulu di desa. Oalah nduk, dulu kayaknya pas masih sma tampangnya masih lugu, sekarang koq berubah banget, jadi tambah cakep (dulunya dah cakep sih). Setelah saling bertanya kabar, ujug2 jeng Ayu ( begitu aku menyebutnya) berkeluh kesah,

“Lagi sibuk, masukin lamaran2 ke airlines nih kang, tapi aku bingung”
“Lho, bingung kenapa to jeng? Kamu kan dah punya pengalaman di A** air (maskapai penerbangan asing)” jawabku
“Bukan itu masalahnya Kang! Masalahnya tuh sekarang aku dah terlanjur diterima di maskapai penerbangan lokal, tapi gak ada kejelasan tentang pelaksanaannya, padahal ijazah udah ditahan sama dia”

Kabar yang terakhir diterima jeng Ayu, maskapai yang dimaksud ( Lorena Air ) belum memiliki pesawat, meskipun rumornya pesawat sudah ada di Malaysia. Setelah saya konsultasikan dengan telik sandi, didapat hasil sebagai berikut :
CONFIRMED:
N587US B737-301 msn 23932 (stored/formerly stored at Rosswell, NM, USA) is for Lorena Air
Aircraft registered to a DJetInc.

History:

Serial number 23932 LN:1554
Type: 737-301
First flight date: 09/05/1988
24/05/1988 Piedmont N359P
20/10/1988 US Air N587US
05/08/1989 US Air N587US
27/02/1997 US Airways N587US Ret To lessor 03/2006

Akan tetapi disusul oleh konfirmasi sebagai berikut:
N587US became PK-MDH with Merpati, not Lorena Air!
N586US arrived today at SUB to become PK-MDJ with Merpati.

Hah? Lha terus kemana perginya Lorena Air ? Apa pesawatnya dijual ke Merpati ?

Dari slentingan para telik sandi didapat bahwasanya Grup Lorena sedang kekurangan modal karena masih fokus di bisnis transportasi darat. Menurut jeng Ayu, kalo ingin berhenti dari kontrak yang sudah ditanda tangani dia harus bayar 13 juta rupiah, sedang untuk batch 2 bisa sampe 40 juta rupiah.

Trus gimana dong nasib jeng Ayu? Apa perlu saya jadikan istri kedua ?😀 (ngarap mode = on)