“Kang Popo, aku mau gadai-in motorku 2 juta, bisa gak?” tanya om Yanto di suatu sore di bawah tenda angkringannya.
“Lho, lagi butuh uang po Om?” tanyaku.
“Aku butuh buat bayar hutang macem2, mulai dari bayar sekolah anak sampe kredit motor, ini aja adikku mo nikah trus aku yang mesti nanggung mantenane (pernikahannya). Belum lagi buat operasional angkringan” jawabnya

Sebagai pelanggan setia angkringan om Yanto, saat itu aku bisa menyimpulkan adanya manajemen keuangan yang kurang sehat di angkringannya. Kenapa bisa disimpulkan demikian? Karena sebagai kampung pengusaha angkringan, kondisi kesehatan keuangan angkringan milik om Yanto berbeda jauh dengan yang lainnya, terlepas dari kompleksitas masalah pribadi yang dialaminya.

Keseharian operasional angkringan om Yanto cenderung nombok, penghasilan yang didapat dari usaha angkringan (modal dan keuntungan) digunakan begitu saja dengan tidak memikirkan modal operasional angkringan. Kredit konsumtif telah menjadi kebiasaan dari orang2 seperti om Yanto yang mengedepankan gengsinya. Tapi bukan itu saja yang menjadi masalah, manajemen pengoperasionalan angkringan juga sedikit banyak memberi dampak yang cukup berarti.

Om Yanto terlalu bermurah hati dalam berjualan angkringan, orang terbiasa berhutang di angkringannya, bahkan ada yang sampe sebulan (dengan alasan uang kiriman belom datang tentunya). Dan orang2 yang berhutang di angkringannya gak cuma satu dua orang, namun bisa dikatakan cukup banyak sehingga memerosotkan modal operasional angkringan. Terkadang untuk menomboki operasional angkringan om Yanto terpaksa harus berhutang lagi. Mungkin postur tubuh pengusaha angkringan juga mempengaruhi keberanian orang untuk berhutang, karena om Yanto bertubuh kecil sehingga orang2 berani untuk berhutang padanya (korelasi yang ngawur).

Manajemen angkringan menurut saya :
– Usahakan pelanggan tidak berhutang, kalopun terpaksa berhutang, kasih tempo yang pendek dan jelas.
– Awasi pelanggan, siapa tahu ada yang ngutil gorengan dsb, kalo perlu gorengannya di kasih barcode, jadi kalo ada yang ngutil bisa ketauan, bisa rugi bandar kalo melihara yang kayak gini.
– Selalu sediakan uang recehan untuk mengantisipasi orang2 yang berhutang dengan alasan uang kegedean.
– Jangan pernah gunakan modal operasional untuk keperluan konsumtif, biasakan untuk memisahkan antar modal, keuntungan dan effort.
– Hindari kredit konsumtif yang akan menggerogoti bisnis.
– Jangan biasakan berhutang, kecuali untuk memperkuat modal dan melakukan ekspansi usaha.

Saya cuma bicara ngawur, jadi mohon di maapkenšŸ™‚

*Jeritan hati orang yang biasa ngutangišŸ˜¦