Masih dalam hingar bingar Konferensi Perubahan Iklim ( UN Climate Change Conference ), presiden SBY mencoba beberapa kendaraan berbahan bakar ramah lingkungan yang ada di sana. Salah satunya adalah bus dengan bahan bakar blue energy. Blue energy adalah energi yang didapat dari perbedaan konsentrasi antara air laut dan air tawar. Dua metode yang biasa di gunakan adalah Reverse Electrodialysis dan Preassure Retarded Osmosis. Metode ini telah dikembangkan di Belanda dan Norwegia untuk kepentingan komersial.

Saya cuma membayangkan, apa jadinya ya kalo akhirnya penggunaan minyak tergeser oleh blue energy ini. Apa mungkin negara2 teluk sebagai negara penghasil minyak terbesar di dunia akan bangkrut? Dan kita sebagai negara maritim akan semakin sejahtera karena tidak ada lagi krisis energi? ๐Ÿ˜€