Suasana angkringan sore ini terlihat agak panas, nada emosi, cacian, hujatan banyak terlontar dari para pengangkring. Hal ini dikarenakan berita ini. Kasus sengketa tanah di Jeneponto yang merenggut nyawa seorang polisi (Briptu Dasrin). Korban meninggal kembali bertambah dengan meninggalnya si pembunuh polisi tersebut (Muhammadong), dia menghembuskan nafasnya setelah mendapat perawatan di RS Bhayangkara, Makassar, Senin.

Yang menyebabkan kejengkelan di kalangan pengangkring adalah, bahwasanya Muhammadong meninggal karena disiksa oleh oknum2 polisi. Juniati, istri Muhamadong mengungkapkan bahwa sebelum suaminya meninggal sempat bercerita bahwa dirinya mendapat siksaan oknum polisi selama dirawat di RSU Jeneponto.

“Suamiku bilang, kalau polisi menendang kemaluannya hingga bengkak. Kemudian kembali menembak betisnya dan tidak diberi makan selama dua malam di rawat RS Jeneponto. ” Kata Juniati

Selama di rawat di RS Jeneponto, Polisi juga tidak membolehkan dia di jenguk oleh keluarganya. Dia juga menceritakan bahwa ada empat butir peluru yang bersarang di betisnya yang baru dikeluarkan di RS Bhayangkara Makassar. Karena mengalami infeksi kaki Muhamadong pun diamputasi.

Jika anda melihat di TV,  Muhamadong (berpakaian hitam dan berpeci) tidak mungkin dia akan mati kalau hanya tertembak di kaki. Brutalisme polisi harusnya tidak perlu terjadi jika mereka bertindak profesional.

Jika nyawa dibalas nyawa, terus kemana perginya slogan polisi yang selalu digembar-gemborkan ‘jangan main hakim sendiri’ ?

Berikut adalah tanggapan para pengangkring sore tadi :
– Kang Yono : Ada dua jenis orang di dunia ini, orang baik dan polisi.
– Kang Jimin: Polisi juga manusia, punya rasa, punya belati
– Toink : polisi = preman pasar berseragam resmi yang berhak memegang senjata api
– Sudar: Pajak di bayar rakyat untuk gaji polisi, beli senjata dan menindas rakyat
bayar pajak = keluar uang buat disiksa
hari gini bayar pajak? apa kata dunia?

Setelah disebut2 sebagai departemen terkorup di indonesia, ditambah lagi dengan tragedi Jeneponto, semoga Kapolri bisa menyikapinya dengan arif dan segera melakukan perbaikan2.