Sudah beberapa hari ini saya dipusingkan dengan melonjaknya anggaran kebutuhan rumah tangga dan angkringan. Semua itu dipicu oleh naiknya harga bahan kebutuhan pokok dan kenaikan harga minya dunia. Pusing juga kalo sudah berumahtangga, harus mikir kebutuhan anak dan istri. Untungnya sampai sekarang masih bisa dipenuhi meskipun bisa dikatakan sangat ngirit.

Salah satu alternatif untuk menomboki / sebagai cadangan yang ada sekarang adalah dengan menagih utang yang sudah saya berikan kepada warga angkringan. Cuma sayangnya saya merasa ndak enak kalo harus nagih, nanti dikiranya saya medit, kikir alias bakhil. Padahal umur piutang2 saya udah cukup lama, bahkan ada yang sampai kisaran tahunan. Udah tanpa bunga, langsung cair, tanpa agunan, tapi koq baliknya lama. Yang jadi masalah adalah tidak adanya perjanjian hitam di atas putih mengenai kapan pembayaran akan dilakukan dan mengenai hal lainnya. Mereka cuma janji kalo udah punya uang bakalan dibayar utangnya.

Bojoku sampe sewot gara2 aku gak kunjung menagih utang2 tersebut. Saya merasa rikuh untuk menagih utang2 tersebut, karena rata2 mereka yang utang adalah warga2 angkringan yang baik dan gak mbalelo.

Gimana, sampeyan ada ide tidak buat bantu saya? Bagaimana sih cara menagih utang yang baik dan benar?

Iklan