Meroketnya harga kedelai di pasaran membuat banyak para pengrajin tempe dan tahu menghentikan produksinya. Hal ini berimbas ke bisnis2/usaha perdagangan yang terkait dengan makanan jenis tempe dan tahu ini, termasuk usaha angkringan.

Di jogja, tempe masih bisa ditemukan, bu lik saya yang jualan nasi masih bisa bernapas lega, meskipun harganya jadi agak mahal namun masih bisa diakali dengan mengurangi porsi nasi dan membuat tempe gorengnya lebih tipis dan lebih kecil serta menambah tepungnya. Hal itu juga dilakukan tetangga2 saya yang mayoritas pengusaha angkringan dan warung nasi. Tapi apa bakalan terus2an kayak gini. Bisa2 tempe dan tahu bukan lagi menjadi makanan rakyat karena saking mahalnya bahan baku kedelai.

Lain lagi dengan para pengrajin tahu dan tempe, selain dengan menaikkan harga jual tahu dan tempe mereka juga melakukan beberapa strategi. Antara lain dengan mencampuri bahan dasar pembuatan tempe itu sendiri dengan kacang2an jenis kacang merah (koro). Ada juga yang murni bahan dasarnya dari kacang koro sehingga di sebut tempe koro. Meskipun tidak seenak tempe kedelai namun tempe koro bisa menjadi pelampiasan bagi mereka yang tidak bisa mendapatkan tempe kedelai.

Semoga pemerintah bisa segera mengatasi permasalahan per-kedelai-an ini