Baru sehari diguyur hujan, ibukota Jakarta sudah terendam banjir dimana2. Landasan pacu bandara sukarno-hatta pun sampai kebanjiran sehingga bandara sempat ditutup sementara. Sampe2 mobil dinas presiden terpaksa diderek karena mogok setelah melintasi wilayah banjir. Banjir di ibukota Jakarta bukan lagi menjadi siklus 5 tahunan, 4 tahunan, 3 tahunan, 2 tahunan, namun sudah terjadi tiap tahun. Upaya pemerintah DKI Jakarta belum bisa mengatasi banjir yang melanda Jakarta tiap tahunnya. Pertumbuhan pembangunan gedung2 di Jakarta tidak sebanding dengan public space sebagai daerah resapan yang ada di Jakarta.

Banjir yang melanda Jakarta hari ini ( 1 Februari 2008) masih akan diperparah oleh banjir kiriman dari daerah bogor yang akan sampai ke wilayah kota pada sore hari ini. Untung saja temen2 kantor yang kemaren dinas ke Jakarta udah pada pulang. Banjir diperkirakan akan terus menggenangi wilayah Jakarta di awal Februari ini. Jakarta terapung, Jakarta terendam, Jakarta kebanjiran, OK OK.

Sudah saatnya memikirkan kemungkinan untuk memindah ibukota negara ini. Paling tidak di daerah yang bebas banjir, tidak macet, tingkat kriminalitas rendah, ketersediaan air bersih, dsb. Dulu mantan Presiden Soekarno pernah mengusulkan daerah Palangkaraya untuk dijadikan ibukota negara. Tidak ada salahnya untuk memikirkan kemungkinan itu.

Ah sudah lah, wong aku cuma ngelantur.