Setelah sekian lama bertahan dengan besaran uang makan yang pas2an, akhirnya datang juga berita yang menggembirakan. Kemaren Aa Tono (sesama buruh ketik) memberitahu bahwasanya telah dibagiken rapelan uang makan yang mana daripada gak adanya yang mana, yang besarnya sama dengan besaran uang makan bulan kemaren. Ini berarti jatah uang makan buat para buruh seperti saya ini telah dinaikkan dua kali lipat oleh para ndoro2 mengingat semakin mahalnya harga kebutuhan barang pokok di masyarakat.

Bojoku tentu saja sangat gembira mendengar berita ini, ditanggapinya dengan kata2

Kang, nanti pulang kerja jangan lupa beli susu buat genduk (panggilan untuk anak perempuanku) ya, biar gak usah minum air tajin lagi

Betul kata bojoku, kesehatan keluarga harus diutamakan, meskipun semuanya serba pas2an. Tadinya kelebihan dari rapelan itu mo tak buat servis motor butut yang udah berbulan2 gak diservis, tapi gak papa lah, dalam bahasa londonya ‘Family comes first’, utamakan kebutuhan keluarga baru kebutuhan pribadi. Sapa tahu bulan depan honor ngetik-ku juga ikut dinaikkan, secara harga karbon juga naik.

Di tempat sampeyan jatah uang makannya naik ndak?

*masih bermimpi ada tunjangan lagi yang naik bulan ini🙂