Ar-Ruum : 41Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
QS : Ar-Ruum : 41

Belum lepas dari ingatan kita saat PT Lapindo Brantas dimenangkan di Pengadilan dari gugatan atas dirinya oleh Walhi terkait kelalaian yang menyebabkan terjadinya peristiwa meluapnya lumpur di Porong, Sidoarjo. Kini, status dari peristiwa tersebut-pun diperdebatkan oleh para anggota dewan yang terhormat. Hal ini berawal dari Tim Pengawas Penanganan Dampak Semburan Lumpur Lapindo bentukan Dewan Perwakilan Rakyat yang menyatakan bahwa semburan lumpur panas di Sidoarjo adalah bencana alam dan tidak ada kaitannya dengan kegiatan manusia. Anggota tim pengawas bentukan DPR itu mengaku memberikan laporan berdasarkan hal-hal yang telah menjadi fakta.

Nuansa politis sangat kental sekali dari pernyataan2 anggota hewan dewan yang terhormat, yang sekali lagi menggunakan bukti2 yang bertentangan dengan bukti yang ada dari pakar geologi baik lokal maupun mancanegara. Sekali lagi mereka menyalahkan gempa di Yogya yang menurut mereka membuat retakan2 di sumur Lapindo. Padahal menurut ahli Geologi Jepang Prof Mori, posisi lumpur Lapindo di Sidoarjo ternyata berada jauh di luar episentrum gempa yang terjadi di Yogyakarta. Artinya, getaran yang sampai ke Sidoarjo tidak cukup kuat untuk dapat menimbulkan aktivitas gunung api lumpur (mud volcano).

Keuntungan yang bisa diambil PT Lapindo Brantas Inc, dari pengalihan status ke bencana alam ini adalah berkurangnya biaya yang akan mereka keluarkan terkait ganti-rugi terhadap korban lumpur Lapindo. Seperti halnya gempa di Yogyakarta, pemerintah hanya memberikan bantuan sekedarnya untuk membantu pemulihan pasca gempa. Begitu pula apa yang akan terjadi di Porong, Sidoarjo jika lumpur Lapindo ini dinyatakan sebagai bencana alam.

Terima Kasih kepada beberapa fraksi di DPR yang masih memperjuangkan hak2 korban lumpur Lapindo, dan saya menyampaikan laknatullahu alaik kepada para anggota hewan dewan yang terhormat yang masih saja membela PT Lapindo Brantas Inc.

Artikel terkait:
Kemesraan DPR kepada Lapindo
Semburan Lumpur Akibat Kesalahan Lapindo