Hati2 bagi anda pelanggan PLN karena mulai bulan ini PLN telah menerapkan tarif progresif dalam tagihan listrik anda. Bagi mereka yang bisa menghemat hingga 80 % dari batas pemakaian akan diberikan insentif (diskon) dan bila melebihi akan dikenakan disinsentif (denda) sebesar 1,6 kali tagihan bulan tersebut. Dan ini berlaku untuk semua tipe pelanggan! .

PLN berdalih ini untuk mendidik masyarakat untuk melakukan penghematan dalam penggunaan listrik. Namun saya melihat bahwa ini merupakan praktek terselubung PLN dalam menaikkan tarif dasar listrik. Hemat saya metode ini lebih baik diterapkan kepada masyarakat menengah keatas (pelanggan dengan daya ≥ 1300 va) karena mereka lah yang menggunakan listrik lebih banyak, mereka yang punya AC, TV, Kulkas, mesin cuci, pengering pakaian dsb yang notabene merupakan alat2 elektronik yang boros listrik.

Metode ini tak lebih akal2an PLN saja. Karena besar diskon yang diberikan pastilah lebih sedikit dibanding besaran disinsetif yang diberikan oleh PLN. Dan yang lebih parah lagi adalah kurangnya sosialisasi pada masyarakat bahwasanya mulai bulan ini sudah diterapkan tarif progresif untuk tagihan listrik. Hampir sebagian besar masyarakat di kampung saya tidak tahu akan adanya program ini. Apa ini bisa digolongkan menjadi penipuan?

Mohon kepada pemerintah untuk meninjau kembali kebijakan yang tidak populis ini. Jangan lagi korbankan masyarakat kecil. Sebaiknya juga dilakukan pengembangan2 pembangkitan energi yang murah.

Simulasi Perhitungan Tarif Listrik Insentif dan Disinsentif PLN

Mohon maaf tulisan ini sudah tidak relevan lagi dengan perkembangan tarif pelistrikan di indonesia
tulisan ini tidak akan saya revisi ato hapus, cuma sebagai histori saja, mohon maaf sebelumnya