Prihatin … kata yang terucap menyikapi kondisi perpolitikan di Indonesia saat ini. Mulai dari kisruh dualisme kepengurusan di PKB, kisruh pilkada di beberapa daerah, kisruh PPP dengan KPK terkait Al-Amin dsb. Hal2 tersebut semakin meyakinkan saya, sebenarnya bangsa ini belum siap untuk berpolitik. Saya sejak dulu memang bukan pendukung faham demokrasi saya lebih memilih faham musyawarah untuk mufakat. Saya jadi teringat kata2 salah seorang raja di timur tengah

Sejahterakan rakyat terlebih dahulu, setelah itu baru kita bicara politik

Andai para anggota dewan yang terhormat serta para pejabat mengikuti cara tersebut niscaya bangsa ini akan maju baik secara ekonomi maupun politik. Sebagai warga negara, saya merasa malu dan jijik melihat tingkah laku beberapa anggota dewan yang seolah tidak berpendidikan, tidak punya unggah-ungguh, serta tidak punya rasa malu. Mau dibawa kemana bangsa ini ?

Mungkin perlu dibuat film tentang kebrobrokan politikus2 kita dengan judul “Ayat-ayat Kampungan” agar mereka bisa berintrospeksi diri, siapa tahu pak presiden jg bisa menangis menyadari kenyataan perpolitikan di Indonesia.