Rencana kenaikan harga BBM tinggal menghitung hari, sebagaimana direncanakan akan naik per tanggal 1 Juni 2008 mendatang. Pemerintah menganggap dengan menaikkan harga BBM maka akan bisa menyelamatkan APBN. Mereka lupa bahwasanya itu hanyalah solusi jangka pendek, karena harga minyak mentah dunia cenderung akan terus naik seiring dengan semakin meningkatnya kebutuhan dunia akan minyak sedangkan produksi minyak dunia cenderung tetap.

Sudah selayaknya semenjak kenaikan yang cukup tajam dari harga minyak mentah dunia beberapa tahun yang lalu, pemerintah mulai memikirkan energi alternatif yang bisa dijadikan sebagai pengganti, misalnya minyak jarak yang entah skrg koq tidak kedengaran lagi gaungnya. Atau bahan bakar dari penyulingan biota laut yang ditemukan oleh Bung AK, yang diklaim murah biaya produksinya. Karena dengan naiknya harga BBM maka akan memicu inflasi, sedangkan BLT yang akan dibagikan pemerintah hanya dirancang untuk membantu masyarakat membeli BBM, bukan untuk menghadapi inflasi.

Citra pemerintah di mata masyarakat khususnya masyarakat menengah ke bawah semakin buruk ketika Wapres Jusuf Kalla mengatakan :

Pada Mei 2005 BBM naik 30% dan didemo selama dua minggu, sedangkan Oktober 2005 BBM naik 100% hanya seminggu terjadi unjuk rasa. Kenaikkan kali ini menguntungkan rakyat kecil melalui BLT.

Sungguh pernyataan yang sangat tidak etis dan tidak bijak, dan sangat menyakitkan para wong cilik dan para mahasiswa yang berjuang untuk membela kepentingan2 rakyat. Sungguh sangat disayangkan sekali. Semoga kedepannya tidak ada lagi pemimpin2 seperti yang demikian.

Hei Indonesiaku …
Tanah subur , rakyat nganggur
Tanam Padi, tumbuh pabrik
Tanam Jagung, tumbuh gedung
Tanam Modal, tumbuh korupsi