Juni 2008


Asas praduga tak bersalah nampaknya hanya sebuah slogan belaka. Juli Nicodemus seorang anak berumur  12 tahun yang terjebak dalam situasi chaos saat membantu bapaknya meliput demonstrasi di depan gedung DPR kemaren (24 Juni 2008) ditangkap polisi dan dipukuli oleh sejumlah onkum polisi. Padahal sebelumnya dia berusaha menjelaskan keberadaannya di tempat tersebut namun tidak digubris.

Kekerasan terhadap anak dibawah umur akan menyebabkan trauma psikologis, yang jelas akan sangat mengganggu perkembangan psikis sang anak. Oknum2 seperti itu sudah seharusnya ditindak tegas. Bila perlu dikeluarkan dan dipidanakan. Hal tersebut harus dilakukan jika ingin menaikkan citra polisi di mata masyarakat, dan menjadikan polisi sebagai pengayom dan pelindung masyarakat.

Seleksi ketat dalam penerimaan anggota polisi juga perlu dilakukan, segala jenis kolusi dan nepotisme dalam penerimaan anggota polisi harus diberantas. Karena pada kenyataanya sampai saat ini masih terjadi praktek tersebut diatas.

Kepada para oknum tersebut saya hanya bisa mengatakan “laknatullahu alaik”. Semoga kedepannya kepolisian kita akan menjadi lebih baik.

Iklan

Hingar bingar Pilgub Jateng yang dilaksanakan kemarin (22 Juni 2008) mungkin masih terasa bagi warga masyarakat Jawa Tengah. Namun untuk warga Kabupaten Temanggung menjadi sesuatu yang unik karena pemilihan gubernur Jawa Tengah itu bebarengan pelaksanaannya dengan pemilihan bupati Temanggung periode 2008-2013.

Cukup menarik hingga mengundang perhatian khusus dari Gubernur Jawa Tengah Ali Mufiz, Pangdam IV Diponegoro Mayjen Darpito dan Ketua KPUD Jateng Fitriyah untuk meninjau langsung pelaksanaan pemungutan suara di sejumlah TPS di Temanggung.

Hasil pemilihan sementara kepala daerah Kabupaten Temanggung periode 2008-2013 pasangan Hasyim Afandi-Budiarto masih unggul dengan perolehan suara 135.342. Diikuti oleh pasangan Bambang-Fuad yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Kebangkitan Bangsa dengan perolehan suara 130.780. Urutan ketiga pasangan Mokhamad Irfan-Setyo Adji dengan perolehan suara 120.405.

Yang menarik dari pak Hasyim Afandi adalah beliau juga seorang mubaligh yang sering mengisi pengajian2 di kawasan temanggung, terutama daerah parakan kauman. Pada saat mengisi kuliah subuh setiap hari ahad di kampung kauman parakan, beliau ditanya oleh seorang hadirin apakah beliau masih bersedia memberikan tausiyah2 meskipun nantinya menjadi Bupati Temanggung, beliau menjawab insya allah.

Meski saya sudah bukan lagi warga temanggung, saya tetep dukung pak hasyim 😀

Sampah telah menjadi masalah yang cukup pelik bagi masyarakat kita, terutama di kota2 besar seperti Jakarta. Sampah juga menjadi sumber berbagai macam masalah yang menimpa kota2 besar tersebut, misalnya masalah banjir, dan gangguan kesehatan. Sudah saatnya kita “melek sampah” dengan mencontoh “saudara tua” kita Belanda dan Jepang dalam hal pengelolaan sampah.

Di Belanda, masyarakatnya telah “melek sampah”, mereka memisahkan sampah menjadi: sampah organik, sampah yang bisa didaur ulang, sampah yang tidak berbahaya bila dibakar, dan sampah yang berbahaya/beracun. Pemerintah Belanda menyediakan tempat2 sampah sesuai jenisnya, sehingga memudahkan dinas pengelolaan sampah untuk mengolahnya. Sampah organik seperti sisa makanan ataupun daun2an kemudian diproses menjadi pupuk kompos. Sampah2 seperti kertas, kaca, dan logam bisa didaur ulang kembali. Sedangkan sampah2 yang tidak berbahaya dibakar untuk kemudian bisa membangkitkan pembangkit listrik tenaga uap (ini bisa jadi solusi buat PLN yang katanya lagi krisis energi). Sedangkan sampah2 berbahaya seperti batu baterai dan aki di karantina karena berbahaya bagi lingkungan (sanitary landfill)

Begitu pula dengan negara Jepang, sebagian sampah itu mereka olah dan sebagian lagi dimusnahkan. Yang unik di negara Jepang, mereka membedakan pembuangan jenis sampah tertentu berdasarkan hari. Misalnya hari Senin untuk sampah elektronik, hari Selasa untuk sampah kertas dsb. Bagi mereka yang tidak mengikuti aturan ini sampahnya tidak diangkut oleh petugas sampah dan akan dikucilkan oleh warga sekitar. Perlakuan ini cukup efektif untuk mendisiplinkan warga masyarakat agar “melek sampah”.

Di negara kita mungkin akan lebih efektif jika pengawasan persampahan ini dilakukan mulai dari level yang paling bawah tingkat RT/RW misalnya, karena di beberapa daerah pengelolaan sampahnya belum terorganisir dengan baik, seperti warga di bantaran kali yang cenderung membuang sampah langsung ke kali.

Beberapa minggu yang lalu terpaksa bedrest selama 5 hari, selain karena disinyalir terkena wabah chikungunya, setelah dilakukan test laboratorium didapati bahwasanya ada gangguan fungsi hati. Angka SGOT dan SGPT nya diatas batas yang diperbolehkan. Dokter menengarai selain beban kerja di pabrik yang sering bikin lembur, tingginya kadar kolesterol juga menjadi penyebabnya. Total nilai kolesterolku diatas 200 (LDL + HDL).

Tidak perlu jauh2 mencari penyebab tingginya kadar kolesterol, kebiasaan makan gorengan menjadi tersangkanya. Makan gorengan boleh2 saja, asal tidak berlebihan dan minyak gorengnya-pun harus yang sehat. Diet gorengan adalah salah satu cara untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Kalau kita tidak melakukan test laboratorium bagaimana kita bisa mengetahui kalo kadar kolesterol dalam darah kita tinggi ? Berikut ada cara ampuh & efektif dengan menghitung indeks massa tubuh (IMT) kita. Prinsipnya gampang jika IMT < 25 maka berat badan kita masih dianggap normal, jika 25 < IMT < 29 maka sudah termasuk overweight dan jika IMT > 29 maka sudah termasuk obesitas.

IMT adalah berat badan (dalam kg) dibagi dengan kuadrat tinggi badan (dalam meter). Contoh, saya dengan berat badan 72 kg dan berat 1,67 m. Berarti nilai IMT saya adalah 25.81 berarti termasuk overweight. Olahraga juga sangat dianjurkan untuk menurunkan kadar kolesterol. Lakukan olah raga selama kurang lebih 20-30 menit setiap hari, tidak perlu ngoyo, yang penting  anda merasa segar setelah melakukannya.

Dampak kenaikan harga BBM mulai terasa, berbagai macam kebutuhan pokok harganya mulai merangkak naik, bahkan ada yang sudah naik sebelum kenaikan harga BBM. Jauh2 hari sebelum meroketnya harga minyak mentah dunia yang sempat menyentuh level $130/barrel, pemerintah menerapkan konversi energi dari minyak tanah ke gas. Program konversi dari minyak tanah ke gas ini diharapkan akan menghemat subsidi pemerintah.

Namun program ini tidak didukung dengan kualitas barang (kompor gas + tabung gas 3kg) yang diberikan kepada masyarakat. Banyaknya kasus tabung gas meledak membuat masyarakat takut untuk menggunakan gas. Alhasil masyarakatpun kembali menggunakan minyak tanah meskipun mahal dan langka.

Lain lagi di daerah papua, kenaikan harga BBM sangat memukul kegiatan ekonomi di sana. BBM jenis premium yang seharusnya berharga Rp 6000/liter di beberapa tempat harganya mencapai Rp15000/liter. Sehingga inflasi untuk beberapa daerah di papua diprediksi akan meningkat secara signifikan.

Tingkat ketergantungan kita terhadap bahan bakar fosil sudah seharusnya di kurangi. Solusi penggunaan bahan bakar alternatif juga sudah dilaksanakan oleh negara2 lain di dunia, salah satunya bioethanol. Ethanol dihasilkan dari proses fermentasi glukosa :
C6H12O6 → 2C2H6O + 2CO2

Bahan baku untuk bioethanol ini bermacam2, seperti tetes tebu, singkong, jagung, sagu dsb. Dengan biaya produksi 2700/liter untuk bioethanol 40% (setara minyak tanah) dan dengan effiesiensi 1 liter bioethanol = 4 liter minyaktanah (dalam penggunaannya), saya rasa bioethanol akan lebih bisa diandalkan dibandingkan dengan gas. Bioethanol ini sangat cocok untuk daerah papua, mengingat mudahnya mendapatkan sagu sebagai bahan baku baik yang ditanam maupun yang liar.

Yang menjadi masalah sekarang adalah beralihnya negara2 maju ke bioethanol ini telah memicu kenaikan harga pangan dunia terutama jagung. Jagung sekarang menjadi favorit bahan baku pembuatan bioethanol. Untuk wilayah Indonesia perlu dipertimbangkan pembudidayaan Sorgum sebagai alternatif bahan baku pembuatan bioethanol, mengingat Sorgum tidak menjadi makanan pokok daerah manapun di Indonesia.