Hari ini (Ahad, 05 April 2009), kembali dilaksanakan Ujian Masuk UGM (UM-UGM) 2009. Pemandangan yang terlihat jauh berbeda dengan keadaan dulu waktu saya mengikuti UMPTN. Tempat parkir dipenuhi mobil-mobil dari luar kota maupun dalam kota, bahkan tak jarang yang membawa serta seluruh anggota keluarga.

Yang jelas nyata perbedaannya antara UM-UGM dan UMPTN adalah SPMA (Sumbangan Peningkatan Mutu Akademik) yang menyebabkan tingginya biaya kuliah di UGM. Ini terjadi setelah UGM berubah status menjadi PT BHMN maka sebagian besar subsidi pemerintah dikurangi dan UGM dituntut untuk cari biaya operasional pendidikan secara mandiri. Pada saat ujian peserta UM diwajibkan untuk mencantumkan kesanggupan SPMA di nomer pesertanya. Angka-angka fantastis pun bermunculan bukan lagi kisaran jutaan, namun udah puluhan juta dan bahkan ratusan juta.

Pihak UGM mengatakan bahwasanya keluarga yang tidak mampu bisa masuk UGM lewat jalur SPMB dan bukan melalui jalur UM-UGM. Dan itu prosentasenya sangat sedikit sekali. Perlu dipertanyakan kembali subsidi silang yang katanya akan diberikan pihak UGM kepada calon mahasiswa yang tidak mampu secara finansial. Secara dilihat dari lingkungan tempat tinggal saya kebanyakan adalah mahasiswa merupakan yang mampu secara finansial. Mungkin juga sekarang tidak berlaku lagi “Harga Mahasiswa”

Entah kemana anakku nanti akan aku kuliahkan …