Kang Popo,
sampeyan mau ya jadi downline-ku
MLM yang ini dah ada SK Mentrinya koq, trus katanya juga ada sertifikat Halal dari MUI

Sekelumit pembicaraan di siang itu mengusik-ku untuk mengetahui lebih jauh perihal MLM yang ditawarkan. Tidak perlu menyebut nama dari program MLM tersebut. MLM yang diperbolehkan adalah yang memiliki produk untuk dipasarkan dan pembagian bonusnya dihitung dari margin keuntungan penjualan produk tersebut.

Margin yang didapat pertransaksi dari produk program MLM kita sebut saja MLM ‘X’ ini cukup rendah, sebut saja 10 rupiah per-transaksi. Anehnya pembagian bonus yang katanya memakai sistem mudhorobah ini cukup menggiurkan, karena upline juga mendapat bonus dari tiap perekrutan downline, sedangkan jika tidak terjadi perekrutan meskipun transaksi yang dilakukan cukup besar dan banyak pembagian bonusnya tidak signifikan.

Yang berkembang di masyarakat sekarang ini, termasuk Jeng Titis yang menawarkan program itu ke saya adalah mengandalkan perekrutan downline sebanyak2nya untuk mendapatkan bonus yang besar.  Seperti kita ketahui dalam ketentuan pemerintah yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah no 32 tahun 2008 yang dikeluarkan oleh DEPERINDAG soal pemasaran berjenjang dikatakan bahwa money game atau pemasaran terlarang cirinya adalah komisi didapat terutama berasal dari uang pendaftaran member baru dan pembelian HU/kavling.

Mungkin setiap orang mempunyai pendapat yang berbeda-beda, namun bagi saya masih banyak peluang usaha lain yang bisa dicoba dengan tidak merugikan orang lain. 🙂