Kang Popo, Sampeyan kok gak ceriwis kayak dulu lagi ? mbahas masalah2 ekonomi-sosial-politik negara kita? Apa Sampeyan udah kelu lidahnya ? Apa Sampeyan ini gak tertarik mbahas Ariel-Lunamaya ato Gayus, ato apa saja lah.

Kata Kang Gatot sambil menyantap sate usus di depanku.

Sekilas terbayang dibenakku yang butek ini peristiwa2 yang telah terjadi mulai dari kasus antasari, century, gayus, kemiskinan, pengangguran, demonstrasi, kerusuhan, DPR, bencana alam, pilkada, ariel-lunamaya-cut tari, rekening gendut polri, dana aspirasi dan masih banyak lagi.

Kang Popo kan makan sekolahan, paling tidak kan bisa memberi pencerahan2 terkait masalah terkini ketimbang cuma diam

Sambung Kang Gatot yang terlihat menikmati sate usus kesukaannya.

Hehe … Mas Gatot bisa aja
Lha saya ini bisanya apa to? wong saya juga kerjanya cuma buruh ketik nyambi jualan angkringan. Ndak pantes saya ini ngasih statemen2. Lha wong pikiran saya ini dah mumet buat mikir nafkah keluarga malah diminta mikir yang lain … Hehehe

Kalo boleh mengutip Mas Tukul Arwana, “Silent is Gold”, saya berprinsip buat apa ngomong sampe berbusa2 namun tidak ada tindak lanjutnya? Adalah lebih baik bagi saya apabila bisa Migunani Tumraping Liyan – Sekecil apapun kebaikan yang kita perbuat bisa bermakna besar bagi orang lain. Berguna bagi sesama membuat hidup lebih berarti.

Masih banyak saudara2 kita disekitar kita yang membutuhkan kita, banyak yatim piatu yang membutuhkan kasih sayang kita, begitu pula saudara2 kita yang fakir lagi miskin, saudara2 kita yang sakit namun tidak bisa berobat, dan lain sebagainya.

Diam itu emas, Saudaraku … asalkan memiliki  kepedulian terhadap sesama.

Iklan

Ar-Ruum : 41Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
QS : Ar-Ruum : 41

Belum lepas dari ingatan kita saat PT Lapindo Brantas dimenangkan di Pengadilan dari gugatan atas dirinya oleh Walhi terkait kelalaian yang menyebabkan terjadinya peristiwa meluapnya lumpur di Porong, Sidoarjo. Kini, status dari peristiwa tersebut-pun diperdebatkan oleh para anggota dewan yang terhormat. Hal ini berawal dari Tim Pengawas Penanganan Dampak Semburan Lumpur Lapindo bentukan Dewan Perwakilan Rakyat yang menyatakan bahwa semburan lumpur panas di Sidoarjo adalah bencana alam dan tidak ada kaitannya dengan kegiatan manusia. Anggota tim pengawas bentukan DPR itu mengaku memberikan laporan berdasarkan hal-hal yang telah menjadi fakta.

Nuansa politis sangat kental sekali dari pernyataan2 anggota hewan dewan yang terhormat, yang sekali lagi menggunakan bukti2 yang bertentangan dengan bukti yang ada dari pakar geologi baik lokal maupun mancanegara. Sekali lagi mereka menyalahkan gempa di Yogya yang menurut mereka membuat retakan2 di sumur Lapindo. Padahal menurut ahli Geologi Jepang Prof Mori, posisi lumpur Lapindo di Sidoarjo ternyata berada jauh di luar episentrum gempa yang terjadi di Yogyakarta. Artinya, getaran yang sampai ke Sidoarjo tidak cukup kuat untuk dapat menimbulkan aktivitas gunung api lumpur (mud volcano).

Keuntungan yang bisa diambil PT Lapindo Brantas Inc, dari pengalihan status ke bencana alam ini adalah berkurangnya biaya yang akan mereka keluarkan terkait ganti-rugi terhadap korban lumpur Lapindo. Seperti halnya gempa di Yogyakarta, pemerintah hanya memberikan bantuan sekedarnya untuk membantu pemulihan pasca gempa. Begitu pula apa yang akan terjadi di Porong, Sidoarjo jika lumpur Lapindo ini dinyatakan sebagai bencana alam.

Terima Kasih kepada beberapa fraksi di DPR yang masih memperjuangkan hak2 korban lumpur Lapindo, dan saya menyampaikan laknatullahu alaik kepada para anggota hewan dewan yang terhormat yang masih saja membela PT Lapindo Brantas Inc.

Artikel terkait:
Kemesraan DPR kepada Lapindo
Semburan Lumpur Akibat Kesalahan Lapindo